PSG Menang Telak, Mbappe Lampaui Rekor Messi

Kylian Mbappe, pemain depan Paris Saint-Germain (PSG) mencatatkan sejarah dalam pertandingan menghadapi Club Brugge di matchday ketiga Liga Champions Eropa pada Selasa, 20 Oktober 2019 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Pemain muda tersebut mencetak tiga dari lima gol kemenangan Les Parisien atas Club Brugge. Tiga gol yang tercipta di menit ke-61, 79, dan 83 itu menobatkannya sebagai pemain termuda yang mencetak hattrick di kompetisi antarklub Eropa. Mbappe yang juga berstatus pemain internasional Prancis pun melampaui prestasi Lionel Messi.

Messi mampu mencetak hattrick saat berusia 21 tahun, sementara Mbappe saat berusia 20 tahun 306 hari. Dua gol kemenangan PSG di laga ini disumbangkan oleh Mauro Icardi di menit ketujuh dan 63.

Kemenangan ini memantapkan posisi PSG di puncak klasemen Grup A dengan raihan total sembilan poin dari tiga pertandingan. PSG unggul lima poin dari Real Madrid di posisi kedua. Sementara Brugge tertahan di posisi ketiga dengan dua poin dari tiga laga yang telah dijalani.

Mbappe sebenarnya tampil sebagai pemain pengganti di laga ini.  Ia baru masuk lapangan di menit ke-60, menggantikan posisi Erix Maxim Choupo-Moting. Meski tampil sebagai pemain cadangan Mbappe mampu mencetak tiga gol dan mengukir satu assist.

Pelatih PSG, Thomas Tuchel sempat mendapat kritikan saat memilih mencadangkan Mbappe di laga ini. Namun pelatih asal Jerman itu menyerang balik para pengritik dengan mengatakan dirinya lebih tahu apa yang terjadi dengan tim tersebut.

“Mbappe tahu saya benci bermain tanpa dia. Dia mengalami cedera otot dan bermain 15 menit melawan Nice (di laga sebelumnya). Itu adalah pertama kalinya dia tidak mendapat reaksi di otot setelahnya. Saya tidak bodoh!” beber Tuchel.

Selain mendapat apresiasi dari sang pelatih, Mbappe juga banjir pujian dari rekan-rekannya. Salah satunya datang dari kapten tim, Thiago Silva.

“Saya senang untuk Kylian. Dia kembali dari cedera dan langsung membuat dampak. Dia selalu begitu. Kami tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkannya. Kami melihat Kylian Mbappe malam ini. Kualitas teknik dan kecepatannya luar biasa,” beber Thiago Silva.

Susunan pemain Club Brugge versus Paris Saint-Germain (PSG):

Club Brugge (3-5-2): Simon Mignolet; Clinton Mata, Brandon Mechele, Simon Deli; Charles de Ketelaera (David Okereke), Mats Rits, Hans Vanaken, Krepin Diatta, Eduard Sobol (Eder Alvarez); Percy Tau, Emmanuel Dennis (Lois Openda)

Pelatih: Philippe Clement.

Paris Saint-Germain (4-3-3): Keylor Navas; Thomas Meunier, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat; Ander Herrera (Abdou Diallo), Marquinhos, Marco Verratti; Angel Di Maria, Mauro Icardi (Leandro Paredes), Erix Maxim Choupo-Moting (Kylian Mbappe)

Pelatih: Thomas Tuchel.

Jadwal Pertandingan Selasa dan Rabu, 22-23 Oktober 2019: Matchday 3 Liga Champions

Penggemar sepak bola internasional akan mendapat sajian berkelas dari tim-tim elite Eropa yang akan kembali tampil di pertandingan ketiga penyisihan grup Liga Champions Eropa. Matchday ketiga ini akan mulai bergulir pada Selasa, 22 Oktober 2019.

Pertandingan antara Atletico Madrid kontra Bayer Leverkusen serta duel antara Shakhtar Donetsk kontra DInamo Zagreb akan membuka matchday ketiga. Atletico dan Shakhtar akan bertindak sebagai tuan rumah di laga ini.

Sementara itu pada Rabu, 23 Oktober 2019 akan tersaji lebih banyak pertandingan menarik. Galatasaray akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu Real Madrid. Sementara Manchester City akan menjamu tim debutan dari Serie A Italia, Atalanta.

Pertandingan lainnya akan mempertemukan Juventus kontra Lokomotiv Moscow. Tim yang disebutkan pertama akan bertindak sebagai tuan rumah. Raksasa Bundesliga, Bayern Muenchen akan melakoni laga tandang ke markas Olympiakos.

Salah satu wakil Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspur akan menghadapi Red Star Belgrade. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Tottenham Hotspur. Paris Saint-Germain (PSG) akan mengunjungi Club Brugge.

Duel menarik lainnya akan tersaji di Amsterdam Arena saat tuan rumah Ajax Amsterdam kedatangan tamunya, Chelsea. Kedua tim sama-sama berpeluang untuk meraih kemenangan di laga ini.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya:

SELASA, 22 OKTOBER 2019

UEFA CHAMPIONS LEAGUE

23:55 WIB – Atletico Madrid vs Bayer Leverkusen – SCTV, Champions TV 1 (Live)
23:55 WIB – Shakhtar Donetsk vs Dinamo Zagreb – Champions TV 2 (Live)

ENGLAND PREMIER LEAGUE

02:00 WIB – Sheffield United vs Arsenal – Mola TV (Live)

SERIE A

01:45 WIB – Brescia vs Fiorentina – beIN Sports 2 (Live)

AFC CHAMPIONS LEAGUE

23:15 WIB – Al Hilal vs Al Sadd – Fox Sports (Live)

INDIAN SUPER LEAGUE

21:00 WIB – Jamshedpur vs Odisha – Fox Sports 3 (Live)

SHOPEE LIGA 1

18:30 WIB – Bali United vs Perseru Badak Lampung – Indosiar (Live)
18:30 WIB – Barito Putera vs PSIS Semarang – Vidio (Live)
18:30 WIB – Borneo FC vs Kalteng Putra – Vidio (Live)

RABU, 23 OKTOBER 2019

UEFA CHAMPIONS LEAGUE

02:00 WIB – Galatasaray vs Real Madrid – SCTV, Usee Sports 2, First Football (Live)
02:00 WIB – Manchester City vs Atalanta – Champions TV 1 (Live)
02:00 WIB – Juventus vs Lokomotiv Moscow – Champions TV 2 (Live)
02:00 WIB – Olympiakos vs Bayern Munchen – Vidio, Usee Sports (Live)
02:00 WIB – Tottenham Hotspur vs Red Star Belgrade – Vidio (Live)
02:00 WIB – Club Brugge vs PSG – Vidio (Live)
23:55 WIB – Ajax Amsterdam vs Chelsea – SCTV, Champions TV 1 (Live)
23:55 WIB – RB Leipzig vs Zenit St Petersburg – Champions TV 2 (Live)

AFC CHAMPIONS LEAGUE

19:00 WIB – Guangzhou Evergrande vs Urawa Red Diamonds – Fox Sports (Live)

FFA CUP

15:30 WIB – Adelaide United vs Melbourne City – beIN Sports 1 (Live)

INDIAN SUPER LEAGUE

21:00 WIB – Goa vs Chennaiyin – Fox Sports 3 (Live)

SHOPEE LIGA 1

15:30 WIB – Persela Lamongan vs Persebaya Surabaya – Indosiar (Live)
18:30 WIB – Bhayangkara FC vs Persib Bandung – Indosiar (Live)

Timnas U-19 Indonesia Takluk dari China di Laga Uji Coba

Tim nasional U-19 Indonesia memetik hasil negatif dalam laga uji coba menghadapi timnas U-19 China. Uji coba yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Minggu, 20 Oktober 2019 berakhir dengan kekalahan 1-3.

Satu-satunya gol Indonesia dicetak oleh Bagus Kahfi di menit ke-75. Sementara itu trigol China dicetak oleh Tao Qianglong di menit keenam dan 90+1, serta Aifeirding Aiskaer di menit ke-78.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di pertandingan ini. Tampil di hadapan pendukung sendiri membuat Indonesia tampil cukup percaya diri sejak menit awal. Bahkan Indonesia mampu merepotkan China di awal-awal laga.

Meski demikian Indonesia kecolongan di awal laga. Gawang Indonesia kebobolan di menit keenam setelah Tao Qianglong sukses menuntaskan sodoran Liu Junxia untuk menaklukkan kiper Muhammad Risky Sudirman.

Gol ini melecut semangat para pemain Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Skuad Garuda Muda beberapa kali mengancam gawang China. Namun hingga babak pertama berakhir tidak ada gol yang tercipta.

Selepas jeda Indonesia semakin intens menekan. Sejumlah peluang tercipta. Namun Indonesia baru mencetak gol sekaligus menyamakan kedudukan di menit ke-75. Berawal dari umpan silang Serdy Ephy Fano Boky yang berstatus pemain pengganti, bola kemudian diteruskan oleh Bagas Kahfi untuk menyamakan kedudukan.

Skor imbang ternyata tak bertahan lama. Tiga menit kemudian, China kembali mengoyak gawang Indonesia. Aiefeierding Aisikaer mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-78. Gol ini membuat China semakin percaya diri. Buktinya mereka mampu menambah gol untuk memastikan kemenangan 3-1 melalui aksi Tao Qianglong.

Usai pertandingan pelatih timnas U-19 Indonesia, Fakhri Husaini membeberkan alasan kekalahan timnya di laga tersebut. Ia menyayangkan timnya tampil tak sesuai harapan di paruh pertama.

“Skor 3-1 tentu bukan hasil yang kami harapkan. Kami kalah dalam situasi yg berbeda, terutama di babak pertama,” beber Fakhir Husaini.

Lebih lanjut mantan pemain timnas Indonesia itu mengatakan hasil ini tidak lepas dari perubahan formasi yang dilakukan. Kehadiran David Maulana dan Beckham Putra di babak kedua memberikan perubahan berarti meski harus berakhir dengan hasil minor.

“Babak kedua masuknya David (Maulana) dan Beckham (Putra Nugraha) mampu membuat kami memberikan tekanan dan menghasilkan peluang. Sayang, pas skor 1-1 ada pemain belakang kami yang lengah,” sambungnya.

Susunan pemain timnas U-19 Indonesia versus timnas U-19 China:

Timnas U-19 Indonesia: 22-Muhammad Risky Sudirman; 13-Bayu Mohammad Fikri, 16-Komang Teguh Trisnanda, 3-Mochammad Yudha Febrian; 12-Braif Fatari, 8-Khairul Imam Zakiri, 11-Mochammad Supriadi, 10-Rendy Juliansyah, 26-Fadillah Nur Rahman, 28-Andre Oktaviansyah; 17-Saddam Emiruddin Rahman

Pelatih: Fakhri Husaini

Timnas U-19: 22-Huang Zihao; 3-Zhu Yue, 20-Aiefeierding Aisikaer, 31-Abulimiti Subi; 10-Naibijiang Mohemaiti, 6-Zheng Xuejian, 7-Tao Qianglong, 9-Liu Junxian, 16-Shi Yucheng; 25-Xiaokaitijiang Tayier, 18-He Zenyu

Pelatih: Cheng Yaodong

David Silva dan Gabriel Jesus Menangkan Man City Atas Crystal Palace

Manchester City berhasil meraih poin sempurna di pekan kesembilan Liga Primer Inggris. Tim berjuluk The Citizen itu sukess menjinakkan tuan rumah Crystal Palace di Stadion Selhurst Park pada Sabtu, 19 Oktober 2019.

Manchester Biru menang dengan dua gol tanpa balas. Sepasang gol City dicetak oleh David Silva dan Gabriel Jesus masing-masing di menit ke-39 dan 41. Kemenangan ini lebih dari cukup bagi City untuk tetap mengamankan posisi runner-up di tabel klasemen sementara dan terus menjaga persaingan dengan Liverpool di posisi teratas.

Manchester City kini mengemas total 19 poin dari sembilan pertandingan. Tim besutan pelatih Pep Guardiola itu tertinggal lima poin dari Liverpool di posisi puncak. Jarak kedua tim masih bisa bertambah lebar andai saja Liverpool mampu meraih kemenangan di pertandingan kesembilan.

Sementara itu kekalahan ini membuat Palace gagal beranjak dari posisi keenam. Palace mengemas total 14 poin dari sembilan laga, tertinggal tiga poin dari Leicester City di urutan ketiga.

Sebagai tuan rumah, Palace berusaha mencari kesempatan mencetak gol sejak menit awal. Namun tuan rumah kesulitan mengimbangi permainan tim tamu yang tampil solid sejak menit pertama.

Alih-alih mencetak gol, gawang tuan rumah justru kebobolan di menit ke-39. Bermula dari umpan silang Bernardo Silva ke kotak penalti, Gabriel Jesus dengan tenang menggetarkan gawang tuan rumah. Dua menit berselang, gawang tuan rumah kembali terkoyak. Kali ini giliran David Silva yang mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menjadi yang terakhir di pertandingan ini.

Pep Guardiola mengatakan timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol di pertandingan tersebut, terutama di babak kedua.

“Kami menikmati gol kedua – itu bagus. Tapi di Liga Primer kita harus mencetak (gol) ketiga dan keempat karena sulit di akhir (laga) dengan tekanan tersebut,” beber Guardiola.

Selain itu mantan juru taktik Barcelona dan Bayern Muenchen itu mengomentari padatnya jadwal pertandingan yang mereka hadapi. Ia bahkan menganjurkan timnya untuk melakukan tindakan yang sedikit nyeleneh.

“Pulang ke rumah, buka kulkas, dan masuk ke dalam selama 48 jam. Sampai jumpa di Stadion Etihad dua hari lagi. Saya tidak bercanda,” sambungnya.

Susunan pemain Crystal Palace versus Manchester City:

Crystal Palace (4-1-4-1): 13-Wayne Hennessey; 2-Joel Ward, 24-Gary Cahill, 5-James Tomkins (6-Scott Dann) 83′), 3-Patrick van Aanholt; 4-Luka Milivojevic (17-Christian Benteke 76′); 18-James McArthur, 8-Cheikhou Kouyate, 15-Jeffrey Schlupp (10-Andros Townsend 55′), 11-Wilfried Zaha; 9-Jordan Ayew

Pelatih: Roy Hodgson

Manchester City (4-3-3): 31-Ederson Moraes; 27-Joao Cancelo, 25-Fernandinho, 16-Rodri, 22-Benjamin Mendy; 8-Ilkay Guendogan, 17-Kevin de Bruyne (47-Phil Foden 90′), 21-David Silva (5-John Stones 81′), 20-Bernardo Silva, 7-Raheem Sterling, 9-Gabriel Jesus

Pelatih: Pep Guardiola

Jelang Big Match Kontra Man United, Pelatih Liverpool Enggan Jemawa

Liverpool dalam posisi diuntungkan jelang pertandingan menghadapi Manchester United di Stadion Old Trafford pada Minggu, 20 Oktober 2019. Laga pekan kesembilan ini dinilai menjadi kesempatan bagi Liverpool untuk menjaga kenyamanan di posisi teratas klasemen sementara.

Saat ini Liverpool telah mengemas 24 poin, unggul tujuh angka dari Manchester City yang sudah memainkan sembilan pertandingan atau satu pertandingan lebih banyak dari The Reds.

Sementara itu United dalam situasi kurang menguntungkan menyusul hasil kurang meyakinkan sejak awal musim. Tim besutan pelatih Ole Gunnar Solskjaer itu berada di papan bawah, tepatnya di posisi ke-14 dengan tabungan sembilan poin dari delapan laga.

Meski demikian, pelatih Liverpool, Jurgen Klopp enggan jemawa. Meski banyak pihak menjagokan mereka untuk meraih poin sempurna di laga ini, pelatih asal Jerman itu menyebut tuan rumah tetaplah lawan yang kuat.

“Sky Sports membuat kombinasi line-up dan memasang 11 pemain Liverpool. Itu adalah lelucon, benar-benar lelucon,” beber Klopp menanggapi pemberitaan media-media Inggris yang menjagokan Liverpool di laga ini.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengatakan tidak ada yang bisa memastikan hasil akhir sebuah pertandingan. Ia mengaku pihaknya sangat mewaspadai kekuatan Setan Merah, apalagi mereka akan tampil di kandang sendiri yang dalam sejarah pertemuan kurang menguntungkan bagi Liverpool.

“Dunia saat ini adalah sirkus, dan kami ada di pusatnya – sebagian orang berharap kami menang, sebagian kalah. Saya sangat mewaspadai kekuatan Man United. Apa pun yang mereka lakukan (siapkan), kami harus tetap mempersiapkan hal itu,” beber Klopp.

Lebih lanjut, Klopp mengatakan pihanya tetap menghormati lawan yang disebut sebagai salah satu tim dengan sejarah sepak bola yang kuat di Inggris.

“Kami menghormati mereka (Man United) sebagai Man United terbaik yang akan kami hadapi. Kami tak merasa gugup karena kemenangan beruntun dan sejarah yang kami ciptakan. Kami sangat rileks sekaligus sangat berambisi,” lanjut Klopp.

Klopp mengatakan pihaknya tetap mewaspadai kekuatan Man United yang bisa menjadikan pertandingan tersebut sebagai titik balik. Untuk itu ia akan memastikan hal tersebut tidak terjadi saat kedua tim bertemu.

“Kami harus meyakinkan jika United akan bangkit musim ini, itu tidak akan tejadi pada laga melawan Liverpool,” sambungnya.

United memiliki catatan bagus saat menghadapi Liverpool di kandang sendiri. Liverpool belum pernah menang saat menghadapi The Red Devils di kota Manchester itu.

“Yang ingin saya lihat [dari pemain] adalah perpaduan antara karakter [permainan] yang kuat dan sepak bola yang sangat berani sehingga itulah yang akan kami coba perlihatkan [saat menghadapi Manchester United],” lanjut Klopp.

Sementara itu juru taktik United, Ole Gunnar Solskjaer mengatakan para pemainnya harus tampil maksimal dan mengesampingkan hasil kurang meyakinkan sejak awal musim.

Perkiraan Susunan Pemain Manchester United versus Liverpool:

Manchester United (4-2-3-1): Sergio Romero; Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindelof, Harry Maguire, Ashley Young; Scott McTominay, Nemanja Matic; Daniel James, Juan Mata, Anthony Martial; Marcus Rashford.

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Liverpool (4-3-3): Alisson Becker; Trent Alexander-Arnold; Joel Matip, Virgil van Dijk, Andrew Robertson; Jordan Henderson, Fabinho, Giorginio Wijnaldum; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane.

Pelatih: Jurgen Klopp

Lionel Messi Akan Habiskan Sisa Karirnya Di Barcelona

Lionel Messi Akan Habiskan Sisa Karirnya Di Barcelona – Lionel Messi akhirnya sudah angkat bicara terkait dengan situasi kontraknya di Barcelona. Pesepakbola asal Argentina itu sudah berjanji akan bertahan di Barcelona hingga akhir karirnya. Beberapa waktu yang lalu sempat beredar kabar mengenai klausul istimewa dalam kontrak Lionel Messi. Sang pemain disebut bisa meninggalkan Barcelona kapanpun ia mau tanpa harus membayar kompensasi apapun.

Lionel Messi Akan Habiskan Sisa Karirnya Di Barcelona

Situasi ini menimbulkan sejumlah spekulasi mengenai masa depan dari Lionel Messi. Tidak sedikit pun yang takut jika pemain berumur 32 tahun itu akan angkat kaki dari Barca dalam waktu dekat. Namun Messi menegaskan bahwa ia tidak akan hengkang dari Barcelona dalam waktu dekat. Messi mengatakan kepada kepada RAC 1, Tentu saja ia akan bertahan jika kalian mencintai saya. Messi juga menyebut bahwa ia sudah merasa sangat nyaman di Barcelona. Untuk itu ia siap menutup karirnya di El Blagurana.

Lionel Messi sangat senang dengan ide bertahan di sini dan segalanya tetap sama. Saya malah merasa semakin yakin saya akan mengakhiri karir saya di sini. Ia juga mempertimbangkan ini karena keinginan saya dan juga kepentingan keluarga saya. Saya tidak ingin mengubah lingkaran sosial dan persahabatan yang telah dimiliki anak saya. Saya tidak sudah merasakan bagaimana rasanya berpisah dengan teman-teman saya dan saya tidak mau hal yang sama terjadi pada anak-anak saya.”

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Messi mengakui pada awalnya ia berencana untuk menutup karirnya di Newell Old Boys yang merupakan klub masa kecilnya. Namun ia menyebut bahwa ia kini mulai meragukan impiannya itu bisa terwujud. “Saya sudah bermimpi sejak kecil untuk merasakan bermain di sepakbola Argentina. Segalanya memang berbeda di sana, baik sisi baik maupun buruknya. Namun terkadang anda harus memikirkan kepentingan keluarga anda ketimbang apa yang anda inginkan.” ia menandaskan. Kontrak Messi di Barcelona sendiri akan segera habis. Kontraknya saat ini akan berakhir di musim panas tahun 2021 mendatang.

Luciano Spalletti Semakin Dekat Dengan AC Milan

Luciano Spalletti Semakin Dekat Dengan AC Milan – Rumor mengenai calon pelatih baru dari skuad AC Milan semakin banyak diberitakan. Kali ini, Luciano Spalletti masuk dalam daftar kandidat terkuat pengganti Marco Giampaolo. Giampaolo sendiri sedang berada di ujung tanduk dan rentetan torehan negatif yang diraih AC Milan pada musim ini membuatnya kian sering diisukan bakalan dipecat dalam waktu dekat.

Luciano Spalletti Semakin Dekat Dengan AC Milan

Jika belum tahu, klub berjuluk Rossoneri tersebut saat ini sedang menempari peringkat 13 di klasemen sementara Serie A 2019/20. Mereka hanya mampu mendulang sembilan poin saja dari tujuh pertandingan yang telah dilakoni. Torehan terburuknya sejauh ini adalah tiga kekalahan beruntun yang diraih sejak menghadapi Inter Milan pada akhir bulan September lalu. Beruntung, rentetan hasil negatif tersebut berhenti pada akhir pekan kemarin saat bertandang ke markas Genoa.

Saat melawat ke markas Genoa, Minggu (6/10/2019), AC Milan berhasil menuai kemenangan dengan skor tipis 2-1. Kedua golnya dicetak oleh Theo Hernandez dan Franck Kessie masing-masing pada menit ke-51 dan 57. Walaupun demikian, hasil tersebut tidak membuat rumor pemecatan Giampaolo berhenti. Malah sebaliknya, belakangan ini Milan terus dikabarkan akan memecatnya dalam waktu dekat.

Luciano Spalletti disebut sebagai kandidat terkuat dari berbagai nama yang tersebar di publik saat ini. Sky Sport Italia, Sportitalia, dan juga Tuttomercatoweb menyebutkan bahwa kedua belah pihak sudah memulai obrolan. Namun ada satu permasalahan penting. Pria yang juga pernah melatih AS Roma itu masih memiliki kontrak dua tahun dengan Inter Milan. Tapi, diyakini bahwa Eliott Management serta Suning Group akan mencapai kesepakatan dengan mudah soal itu.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Spalletti sendiri dikabarkan harus berkorban jika ingin pindah ke Milan dengan merelakan gajinya bersama Inter. Gazetta dello Sport dan Tuttomercatoweb melaporkan bahwa pelatih berumur 60 tahun itu hanya akan menerima bayaran selama enam bulan dari Nerazzurri. Jika Spalletti ingin dibayar secara penuh, maka Inter harus menyediakan dana sebesar 15 juta euro. Sementara itu, TMW meyakini bahwa Elliott mampu memenuhi permintaan Spalletti berupa kontrak berdurasi dua tahun dengan bayaran senilai empat juta euro.

Manchester United Rekrut Mauricio Pochettino

Manchester United Rekrut Mauricio Pochettino – Mantan dari pemain Manchester United, Lee Sharpe langsung angkat bicara mengenai siapa sosok yang tepat untuk menjadi pelatih baru untuk skuad Manchester United. Ia percaya bahwa seroang Mauricio Pochettino dapat menjado pilihan yang sangat tepat daripada harus memilih Arsene Wenger sebagai juru taktik dari Setan Merah.

Manchester United Rekrut Mauricio Pochettino

Beberapa pekan terakhir ini sejumlah pendukung dari Manchester United sudah mulai merasa gerah dengan Ole Gunnar Solskjaer. Merekan menuntut sang pelatih agar mundur setelah Manchester United kesulitan dalam meraih hasil yang bagus sejak awal musim kemarin.

Sejumlah nama mulai didengungkan menjadi calon juru taktik untuk skuad Manchester United yang baru, namun belakangan ini ada Arsene Wenger dan juga Mauricio Pochettino yang diandalkan untuk menjadi pengganti dari Solskjaer di Old Trafford. Namun sharpe menilai bahwa Wenger bukanlah sosok yang tepat untuk Manchester United karena ia kurang memahami kemampuan dari pemain Manchester  United.

Sharpe sangat yakin bahwa Wenger adalah sosok manajer yang sangat bagus, namun ia mengatakan bahwa pelatih asal Prancis itu sudah  menjadi ikon dari Arsenal sehingga akan sangat aneh jika menangani Manchester United yang notabene rival Arsenal.

Wenger adalah manajer yang hebat. Ia sangat bijak dan punya pengetahuan yang luar mengenai sepakbola. ia mungkin akan menjadi manajer yang baik untuk United. Namun sekali lagi, ia terlalu Arsenal untuk United. Ia berada di klub itu terlalu lama sehingga ia sudah menjadi lambang dari klub itu.

Ketimbang Wenger, Sharpe merekomendasikan United untuk merekrut pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino. Sharpe menilai bahwa pelatih asal Argentina itu bakal menjadi juru taktik yang pas untuk membangkitkan performa Setan Merah. “Saya sendiri akan lebih memilih Pochettino untuk manajer berikutnya. Klub harus menebus klausul rilisnya dan saya rasa ia saat ini tidak bahagia di Tottenham.” tandasnya.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Manajemen United melalui Ed Woodward beberapa waktu yang lalu menegaskan bahwa mereka masih belum berencana memecat Solskjaer. Mereka sudah berkomitmen untuk mendukung rencana sang pelatih dan mereka akan bersabar dengan rencana yang tengah dibangun Solskjaer.

Massimiliano Allegri Mulai Belajar Bahasa Inggris

Massimiliano Allegri Mulai Belajar Bahasa Inggris – Mantan pelatih dari Juventus, Massimiliano Allegri, dikabarkan sedang memulai membuka diri untuk melatih skuad Manchester United, bahkan dia juga ada memulai les Bahasa inggris sebagai persiapannya. Manchester United menampilkan perorma yang tidak terlalu bagus di bawah kendali Ole Gunnar Solskjaer. Dikabarkan Ole Gunnar Solskjaer akan di pecat, dan kabar tersebut terus berkembang pada awal musim tahun 2019/2020 ini.

Massimiliano Allegri Mulai Belajar Bahasa Inggris

Awalnya, Solskjaer hanya mampu memberikan hasil yang bagus untuk Manchester United. Saat didapuk menjadi pengganti Jose Mourinho pada Desember tahun 2018 yang lalu, Manchester United tampil dengan bagus dan juga sempat berada pada empat besar klasemen Premier League. Akan tetapi, performa Manchester United mulai menurun di akhir musim dan Ole Gunnar Solskjaer belum juga membawa Manchester United dapat tampil bagus hingga saat ini. Manchester United kini berada di posisi ke 11 klasemen sementara Premier League.

Sejumlah pengamat memprediksikan bahwa karir dari Ole Gunnar Solskjaer tidak akan berlangsung lama, jika hasil buruk terus diraih. Manchester United saat ini masih saja bersabar dan memberi kesempatan pada  manajer yang berusia 56 tahun. Pilihan untuk menunjuk manajer baru tetap terbuka dan salah satu sosok yang paling mungkin dipilih oleh Manchester United adalah Massimiliano Allegri.

Massimiliano Allegri saat ini tidak terikat dengan kontrak dengan klub mana pun dan ia telah memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Juventus pasca memungkasi musim 2018/2019 lalu. Allegri tertarik untuk menjadi manajer di Old Trafford dan salah satu buktinya adalah dengan keseriusan Allegri belajar bahasa Inggris Bukan hanya Manchester United yang bakal menjadi opsi bagi Massimiliano Allegri. Saat ini ia menjadi target dari Tottenham dan Allegri pun tertarik untuk melanjutkan karir di Inggris.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Tottenham sebenarnya punya catatan bagus bersama Mauricio Pochettino. Akan tetapi, langkah gontai kini tengah dijalani Tottenham bersama manajer asal Argentina pada awal musim 2019/2020. Tottenham baru saja kalah dengan skot 2-7 dari Bayern Munchen di Liga Champions. Pilihan untuk mengganti Pochettino mulai menguat dan Allegri bakal menjadi kandidat potensi untuk klub asal London Utara.

Arsenal Akan Jadi Batu Loncatan MU

Arsenal Akan Jadi Batu Loncatan MU – Sebuah dukungan diberikan oleh Gary Pallister untuk Manchester United saat menjelang duel melawan Arsenal dini hari nanti. Pallister percaya jika laga ini dapat menjadi batu loncatan Manchester United untuk dapat kembali ke papan atas. Musim ini Manchester United memang gagal untuk tampil maksimal pada ajang Premier League. Tim berjuluk Setan Merah itu hanya dapat meraih dua kemenangan dari total enam laga yang sudah mereka mainkan di EPL.

Arsenal Akan Jadi Batu Loncatan MU

Dini hari nanti mereka akan menghadapi sebuah partai yang besar di Old Trafford. Mereka akan menjamu Arsenal untuk pertandingan pekan ketujuh EPL musim ini. Pallister sangat percaya bahwa Manchester United dapat memenangkan laga ini dan dapat bangkit ke papan atas. Pallister mengatakan kepada BonusCodeBets bahwa Manchester United harus dapat memberikan reaksi atas kritikan yang dilontarkan kepada mereka.

Pallister sangat percaya bahwa Manchester United dapat kembali ke papan atas EPL karena ia menilai kuncinya adalah para pemain Manchester United harus dapat memberikan segenap kemampuannya yang terbaik untuk tim ini.

Pada musim perdanannya, Manchester United berada pada peringkat yang ke 12 atau 13 di Liga dan juga pernah melewati masa-masa yang cukup sulit dan mereka hamper menyerah karena situasi tersebut. Mereka membahas situasi yang cukup sulit itu di ruang ganti mereka dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk memberikan segenap kemampuan mereka saat mengenakan seragam Manchester United.

Pallister juga sangat mengakui jika Arsenal bukan lah lawan yang mudah bagi skuad Setan Merah. Namun ia sangat percaya jika Ole Gunnar Solskjaer dapat membuat sang Setan Merah menaklukan tim asal London Utara itu.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Saat melawan Arsenal, Manchester United tidak terlalu yakin apakah mereka dapat bermain dengan baik atau tidak pada pertandingan tersebut. Unai Emery sudah satu musim melatih Manchester United dan sejauh ini mereka tidak dapat tampil dengan istimewa, namun mereka terlihat seperti timnya Arsene Wenger. Anda tidak tahu tim mana yang akan bermain dengan baik malam ini, namun United akan memberikan reaksi yang lebih bagus daripada Arsenal