Diincar Juventus dan Madrid, Kane Dinilai Lebih Pas ke Klub Ini

Kemampuan Harry Kane tak diragukan lagi. Bintang Tottenham Hotspur itu sudah menjelma menjadi salah satu bintang dunia. Tidak hanya itu ia pun menjadi salah satu pemain dengan banderol harga tinggi saat ini.

Meski begitu Kane belum juga meraih gelar bersama klubnya saat ini. Untuk itu pilihan meninggalkan klub tersebut dan berlabuh dengan klub besar lainnya dinilai tepat. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh mantan pemain Manchester United, Rio Ferdinand.

Sosok yang dikenal sebagai bek tangguh tersebut menyarankan Kane untuk pindah ke klub Liga Inggris lainnya. Klub itu tidak lain adalah mantan klubnya, Manchester United.

Menurut Ferdinand, Kane memang menorehkan banyak rekor gol, namun ia belum mampu meraih gelar bersama klub tersebut. Hal ini membuatnya frustrasi.

“Harry Kane punya banyak rekor gol tapi tidak memiliki piala yang dimenangi. Dia frustasi,” beber Ferdinand.

Saat ini Kane menjadi salah satu pemain yang diincar banyak klub besar. Selain Manchester United, pemain tim nasional Inggris itu juga masuk dalam incaran klub-klub besar La Liga dan Serie A. beberapa dari antaranya adalah Real Madrid dan Juventus. Meski begitu Kane dinilai lebih pas bersergam Setan Merah.

“Mungkin Juventus dan Real Madrid menginginkannya. Tapi menurutku, Harry Kane sempurna untuk Manchester United,” beber Ferdinand.

Bila Kane bergabung dengan United maka lini depan klub tersebut akan sangat berbahaya. Kane akan menyempurnakan lini serang Setan Merah yang kini dihuni Anthony Martial dan Marcus Rashford. Namun demikian Ferdinand menyadari mahar untuk mendapatkan Kane jelas tidak murah.

“Mungkin harga Harry Kane kini sekitar 100-an juta euro,” tegas Ferdinand.

Sementara itu terkait masa depan di Tottenham Hotspur Stadium, Kane pernah mengutarakan isi hatinya. Kane mengatakan dirinya selalu mencintai Spurs. Ia mengisyaratkan akan hengkang bila klub tak juga mampu meraih prestasi.

“Saya selalu mencintai Spurs, tapi itu hal yang berbeda ya. Saya selalu katakan jika saya merasa kami tidak berkembang sebagai tim atau menuju arah yang lebih baik, saya tentu tak mau begitu saja bertahan,” beber Kane.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya merupakan sosok ambisius. Masa depannya bersama Spurs tentu bergantung pada prestasi klub tersebut.

“Saya pemain yang ambisius, saya ingin menjadi lebih baik lagi. Saya mau menjadi pemain top sekali, jadi ini semua tergantung ada tim dan seberapa jauh perkembangannya. Jadi, bukan berarti saya akan bertahan di sini selamanya,” tegasnya.

Menurut anda, bila hengkang, klub mana yang lebih tepat untuk Kane?

 

UEFA Pertimbangkan Lanjutan Liga Champions dan Liga Europa Tanpa Penonton

Para pencinta sepak bola  Eropa sedang menanti bagaimana kelanjutan Liga Champions Eropa dan Liga Europa. Apakah kedua kompetisi itu akan benar-benar terhenti? Atau akan dilanjutkan tetapi dengan sejumlah penyesuaian?

Sepertinya pilihan kedua bakal diambil. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Presiden UEFA, Aleksandar Ceferin. Menurut Ceferin, kedua kompetisi itu harus diselesaikan. Pilihannya adalah lebih baik menyelesaikan kompetisi tersebut dengan sejumlah penyesuaian ketimbang tidak dimainkan sama sekali.

Salah satu pilihan adalah tetap memaksakan kompetisi tersebut dilanjutkan meski tanpa penonton sekalipun. Hal ini dinilai lebih baik dari pada kompetisi musim ini tak menentu.

“Kami sedang menunggu perkembangan dari situasi mengerikan ini di dunia, dan terutama di Eropa,” beber Ceferin.

Lebih lanjut ia mengatakan opsi ini bukan yang terbaik. Sulit membayangkan pertandingan sepak bola tanpa penonton.

“Sepakbola memang tidak sama tanpa fans, tapi sudah pasti lebih baik bermain dengan fans daripada tanpa mereka. Faktanya memang sepakbola sepenuhnya tidak sama tanpa penonton.”

Namun demikian baginya lebih baik mengambil kebijakan tersebut, ketimbang tidak memainkan sama sekali. Para penonton bisa menyaksikan laga-laga tersebut melalui saluran televisi.

“Tapi masih lebih baik memainkan pertandingan secara tertutup dan menyaksikannya melalui televisi, hal yang orang-orang butuhkan dan inginkan karena sepakbola memberikan energi positif di rumah mereka, daripada tidak memainkannya sama sekali,” sambungnya.

Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menggulirkan kembali kedua kompetisi itu pada Juli atau Agustus. Menunda terlalu lama bukan hal yang pas karena bisa mempengaruhi jalannya kompetisi di musim berikutnya

“Itulah apa yang orang-orang inginkan, membawa energi positif dan akan dimainkan pada Juli atau Agustus. Kami tidak bisa memainkannya pada September atau Oktober,” bebernya lagi.

Mantan kiper Real Madrid, Iker Casillas pun memberikan saran, terutama terkait kelanjutan Liga Europa dan Liga Champions musim ini.

Sebagaimana diketahui saat ini Liga Europa dan Liga Champions terhenti. Liga Europa belum menyelesaikan babak 32 besar saat corona merebak. Sementara itu Liga Champions belum juga menuntaskan babak 16 besar.

Menurut Casillas ada baiknya kedua kompetisi itu melakukan penyesuaian. Ia bahkan menawarkan agar pertandingan final kedua turnamen tersebut digelar pada akhir tahun.

“Bagaimana kita menemukan solusi untuk sepakbola Eropa? Membatalkan musim? Menggelar kompetisi di satu tahun kalender?” ungkap Casillas di jejaring sosial twitter-nya.

Ia menganjurkan hal ini dengan perhitungan kompetisi bisa kembali bergulir dalam empat bulan ke depan. Selanjutnya kompetisi tersebut kembali bergulir untuk memainkan sisa pertandingan hingga laga pamungkas pada akhir tahun nanti.

Penjelasan UEFA Terkait Tenggat Waktu Liga Champions Musim Ini

Seperti kompetisi sepak bola domestik, Liga Champions Eropa dan Liga Europa pun bernasib sama. Sama-sama ditangguhkan untuk sementara. Liga Champions hanya sempat bergulir hingga babak 16 besar. Sementara Liga Europa baru memasuki babak 32 besar. Kedua kompetisi itu pun belum benar-benar menuntaskan babak-babak tersebut.

Kini berhembus kabar terkait kelanjutan kedua kompetisi itu. Ada rumor yang menyebutkan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah mengeluarkan keputusan terkait tenggat waktu pelaksanaan kedua kompetisi itu yakni hingga 3 Agustus 2020.

Namun demikian kabar ini lantas dibantah oleh otoritas tertinggi di sepak bola Eropa itu. “Telah dilaporkan bahwa Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengatakan kepada ZDF di Jerman bahwa Liga Champions UEFA harus selesai pada 3 Agustus. Ini tidak benar. Sudah sangat jelas, Presiden tidak menentukan tanggal yang tepat untuk mengakhiri musim,” ungkap pihak UEFA.

Lebih lanjut pihak UEFA mengatakan saat ini pihaknya masih menganalisis semua pilihan bagaimana untuk mengakhiri musim ini. Saat ini UEFA intensif berkomunikasi dengan asosiasi klub Eropa dan liga-liga Eropa terkait hal ini. Namun demikian UEFA mengatakan yang terpenting saat ini bukan sepak bola tetapi kesehatan masyarakat.

“UEFA saat ini sedang menganalisis semua opsi untuk menyelesaikan musim domestik dan Eropa, bersama Asosiasi Klub Eropa dan liga-liga di Eropa dalam tim yang dibuat pada 17 Maret. Prioritas utama semua anggota tim adalah menjaga kesehatan masyarakat,” lanjut UEFA.

Saat ini pihaknya dan para pihak terkait sedang mencari solusi kalander agar semua kompetisi bisa dituntaskan. Salah satu opsi yang sedang ditawarkan adalah pelaksaan kompetisi itu pada Juli dan Agustus.

“Sebagai tindak lanjutnya adalah mencari solusi kalender untuk menyelesaikan semua kompetisi. Opsi yang saat ini sedang dipelajari adalah memainkan pertandingan pada Juli dan Agustus jika diperlukan, tergantung pada tanggal memulai ulang kegiatan dan mendapat izin dari otoritas nasional,” sambung UEFA.

Pihak UEFA optimistis badai corona akan berakhir. Sementara itu kompetisi-kompetisi bisa bergulir lagi. Hal yang terjadi sementara ini dengan kompetisi-kompetisi domestik diambil secara mendadak.

“Kami yakin bahwa sepakbola dapat dimulai kembali di bulan-bulan mendatang, dengan kondisi yang akan ditentukan otoritas publik, dan yakin setiap keputusan untuk menghentikan kompetisi domestik, pada tahap ini, prematur dan tidak dibenarkan,” pungkas UEFA.

Ada yang menganjurkan agar kompetisi ini berlanjut di bulan-bulan tersebut dengan pertandingan final digelar pada akhir tahun. Ini merupakan anjuran dari mantan pemain Real Madrid, Iker Casillas. Opsi mana yang akhirnya dipilih? Kita tunggu saja.

 

Eks Kiper Madrid Sarankan Final Liga Champions dan Liga Europa Digelar Akhir Tahun

Saat ini dunia sepak bola sedang terhenti. Tak ada satu pun kompetisi sepak bola yang masih bergulir. Publik pun bertanya-tanya sampai kapan kompetisi itu akan terhenti. Sementara itu wabah corona masih menjadi keprihatinan bersama.

Di tengah situasi serba tak pasti ini muncul banyak spekulasi terkait nasib kompetisi-kompetisi tersebut. Ada juga yang memberikan usulan terkait kelanjutannya. Mantan kiper Real Madrid, Iker Casillas pun memberikan saran, terutama terkait kelanjutan Liga Europa dan Liga Champions musim ini.

Sebagaimana diketahui saat ini Liga Europa dan Liga Champions terhenti. Liga Europa belum menyelesaikan babak 32 besar saat corona merebak. Sementara itu Liga Champions belum juga menuntaskan babak 16 besar.

Menurut Casillas ada baiknya kedua kompetisi itu melakukan penyesuaian. Ia bahkan menawarkan agar pertandingan final kedua turnamen tersebut digelar pada akhir tahun.

“Bagaimana kita menemukan solusi untuk sepakbola Eropa? Membatalkan musim? Menggelar kompetisi di satu tahun kalender?” ungkap Casillas di jejaring sosial twitter-nya.

Ia menganjurkan hal ini dengan perhitungan kompetisi bisa kembali bergulir dalam empat bulan ke depan. Selanjutnya kompetisi tersebut kembali bergulir untuk memainkan sisa pertandingan hingga laga pamungkas pada akhir tahun nanti.

“Artinya, kalau segalanya membaik lagi dalam tiga atau empat bulan, mainkan sisa musim, dengan kompetisi piala, final Liga Champions dan Liga Europa di bulan Desember,” sambungnya.

Tidak hanya itu ia juga menganjurkan terkait perubahan waktu Piala Dunia 2022. Menurutnya terkait perubahan yang ada, perhelatan akbar empat tahunan itu baiknya digelar pada November 2022 mendatang.

“Piala Dunia berikutnya adalah pada November 2022. Penyesuaian,” tegasnya.

Saat ini pihak Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) belum menginformasikan terkait kelanjutan dua kompetisi tersebut. Sempat beredar kabar bahwa UEFA memberikan batas waktu untuk penyelenggaraan kedua turnamen tersebut hingga 3 Agustus 2020. Namun demikian pihak UEFA pun lantas membantah kabar tersebut.

“Telah dilaporkan bahwa Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengatakan kepada ZDF di Jerman bahwa Liga Champions UEFA harus selesai pada 3 Agustus. Ini tidak benar. Sudah sangat jelas, Presiden tidak menentukan tanggal yang tepat untuk mengakhiri musim,” ungkap pihak UEFA mengklarifikasi kabar tersebut.

“UEFA saat ini sedang menganalisis semua opsi untuk menyelesaikan musim domestik dan Eropa, bersama Asosiasi Klub Eropa dan liga-liga di Eropa dalam tim yang dibuat pada 17 Maret. Prioritas utama semua anggota tim adalah menjaga kesehatan masyarakat,” sambung pihak UEFA.

Ada Klub Disebut Cari Untung di Tengah Wabah Corona

Saat ini warga dunia sedang menghadapi wabah corona atau Covid-19. Hal ini membuat sendi-sendi kehidupan lumpuh. Tidak terkecuali dunia olahraga. Kompetisi-kompetisi sepak bola sementara ini dihentikan.

Meski begitu muncul tudingan terhadap klub yang disebut mencari keuntungan di tengah pandemi corona ini. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh mantan pelatih timnas Belanda, Louis van Gaal. Pria asal Belanda itu menuding ada klub yang menggunakan situasi krisis ini untuk mendapatkan keuntungan. Meski begitu Van Gaal tak menyebutkan klub yang dimaksud.

“Ada klub yang menyalahgunakan krisis virus Corona untuk keuntungan mereka sendiri lalu membuatnya sebagai pernyataan untuk kesehatan masyarakat,” beber Van Gaal.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam situasi seperti ini banyak dugaan dan spekulasi bermunculan. Termasuk juga bagaimaan kelanjutan kompetisi-kompetisi yang sudah berjalan bahkan sudah separuh jalan.

“Ada ban Syak waktu hingga musim panas ini karena Piala Eropa sudah ditunda. Dan andai UEFA dan FIFA mempunyai kehendak baik untuk mengubah peraturan dari menawarkan ruang:, well, lantas akan mulai,”sambungnya.

Di tengah terhentinya kompetisi, ada klub yang mengambil kebijakan untuk memangkas gaji pemain. Namun sebaliknya ada pula klub yang tak mengambil kebijakan tersebut. Salah satunya adalah Tottenham Hotspur.

Ternyata situasi ini membuat geram The Tottenham Hotspur Supporters Trust (THST) atau kelompok suporter fan Spurs. Menurut mereka bila pihak klub tidak mengambil kebijakan pemotongan gaji, mereka khawatir akan berdampak pada keuangan klub.

“Kemarahan kami adalah beberapa staff sudah dipotong gajinya oleh klub, tapi para pemainnya belum. Kami semua hanya ingin yang terbaik untuk klub ini,” ungkap pihak THST.

Lebih lanjut pihak tersebut mengatakan gaji pemain adalah salah satu sumber pengeluaran terbesar. Untuk itu mereka berharap klub segera mengambil keputusan pemotongan gaji agar keuangan klub terselamatkan.

“Gaji pemain adalah beban yang besar untuk klub. Kami meminta klub untuk memotong gaji para pemain,” sambung pernyataan itu.

Sikap yang dilakukan Spurs tak bisa disalahkan. Pasalnya hingga kini belum ada kesepakatan akhir antara Asosiasi Pemain Profesional Inggris (PFA) dengan klub-klub Inggris.

“Berlawanan dengan yang diberitakan media bahwa PFA tidak pernah meminta para pemain menolak pemotongan gaji. Apa yang masih kami bicarakan saat ini adalah mencari metode yang terstruktur dan padu agar semua klub mendapat keadilan,” beber pernyataan resmi PFA.

Lebih lanjut pihak PFA mengatakan sejumlah pihak sudah melakukan komunikasi dengan mereka untuk menghindari pemotongan gaji yang tidak adil.

Seruan Bek Liverpool di Tengah Wabah Corona

Saat ini dunia berjuang menghadapi virus corona. Wabah ini sudah menjadi pandemik karena penyebarannya yang cepat dan korban yang banyak berjatuhan. Kompetisi-kompetisi sepak bola pun dihentikan sementara waktu.

Fokus para pemain saat ini adalah pada keselamatan dan kesehatan.  Selain menjaga diri, para pemain tak lupa untuk memberikan himbauan kepada para penggemarnya. Hal ini seperti yang dilakukan oleh bek Liverpool, Virgil Van Dijk.

“Tetap tinggal di rumah, tunggu hingga semuanya kembali normal. Itulah satu-satunya hal yang bisa kita lakukan saat ini,” beber Van Dijk.

Lebih lanjut pemain asal Belanda itu mengatakan yang utama saat ini adalah menjaga diri dan keluarga, juga orang-orang terdekat agar tidak sampai terpapar virus tersebut.

“Yang paling penting adalah tetap aman dan menjaga diri sendiri, keluarga Anda dan orang-orang terdekat Anda,” bebernya.

Saat ini kompetisi Liga Primer Inggri terhenti akibat wabah corona. Kompetisi itu ditangguhkan hingga akhir April dan kemungkinan diperpanjang hingga Mei mendatang. Meski timnya di ambang gelar juara, dan terancam kompetisi tak bisa dituntaskan, Van Dijk tetap meminta untuk mengutamakan keselamatan.

“Pertama, tetaplah aman dengan tinggal di rumah. Lakukan hal yang benar, cuci tangan, dan lakukan semua hal yang dikatakan pemerintah. Mungkin Anda sudah mendengarnya setiap detik, tapi lakukanlah karena itu membantu semua orang,” kata Van Dijk.

Dalam situasi seperti ini Van Dijk mengatakan dirinya rindu untuk bermain sepak bola. Ia juga rindu untuk menghibur para penggemarnya sebagaimana dilakukan selama ini di lapangan sepak bola.

“Kedua, kami benar-benar merindukan kalian semua. Kami rindu bermain sepak bola, bekerja keras setiap hari dan menunjukkan kualitas kami kepada kalian,” sambungnya.

Untuk menjaga kebugaran pihak klub telah mengambil sejumlah inisiatif. “Departemen Kebugaran mencoba mengatur beberapa sesi yang bisa kami lakukan bersama melalui video dan saya pikir itu ide bagus.”

Selain latihan bersama dengan panduan melalui video, mereka juga melakukan latihan mandiri setiap hari.

“Selain itu, kami tetap melakukan latihan mandiri seperti berlari atau setidaknya melakukan sesuatu setiap hari,” sambungnya.

Menurutnya dalam situasi seperti ini para pemain harus mampu mengatur diri dan menjaga kebugaran tubuh. Hal ini penting agar saat kompetisi dimulai, mereka pun sudah siap merumput.

“Anda harus pintar dan melakukan hal yang benar untuk menjaga kondisi tubuh pada level tertentu yang bisa membuat Anda siap ketika kompetisi dimulai lagi,” pungkasnya.

Van Dijk Ingin Jadi Legenda Liverpool

Tidak ada pemain sepak bola yang tidak ingin menjadi idola dan legenda, bukan? Demikian juga Virgil Van Dijk. Bek Liverpool ini menegaskan dirinya ingin dikenang sebagai salah satu legenda klub tersebut.

Untuk itu ia bertekad untuk terus memberikan yang terbaik bagi klub tersebut. Selain itu ia ingin membantu The Reds untuk meraih banyak gelar.

“Sebagai legenda Liverpool. Saya ingin meraih hal-hal luar biasa di sini,” tegasnya.

Pemain internasional Belanda itu adalah salah satu pemain kunci Liverpool. Ia pun ikut andil dalam membantu Liverpool menjadi juara Liga Champions Eropa musim lalu. Tidak hanya itu ketangguhannya di lini belakang membuat klub tersebut di ambang gelar juara Liga Primer Inggris. Ini merupakan gelar domestik yang paling dinantikan setelah menanti selama 30 tahun.

Untuk meraih banyak gelar, menurut Van Dijk, bukan sesuatu yang mustahil. Pasalnya, Liverpool adalah salah satu tim terkuat di dunia saat ini. Tim tersebut pun dihuni banyak pemain bagus.

“Kami punya tim yang fantastis, kami tidak kekurangan apapun, kami punya semua yang dibutuhkan untuk juara: seorang pelatih yang cocok dengan kami, skuat serbabisa, gaya main yang menghasilkan kemenangan, stadion dan suporter yang ikut ambil bagian,” sambungnya.

Tidak hanya dikenal sebagai pemain legendaris, ia pun menegaskan ingin bekerja untuk Liverpool setelah ia pensiun nanti.

“Ya, saya ingin jadi salah satu pemain yang kembali ke Anfield setelah pensiun. Saya melihat legenda klub saat pertandingan dan saya merasakan bagian dari keluarga yang sangat besar,” sambungnya.

Saat ini kompetisi Liga Primer Inggri terhenti akibat wabah corona. Kompetisi itu ditangguhkan hingga akhir April dan kemungkinan diperpanjang hingga Mei mendatang. Meski timnya di ambang gelar juara, dan terancam kompetisi tak bisa dituntaskan, Van Dijk tetap meminta untuk mengutamakan keselamatan.

“Pertama, tetaplah aman dengan tinggal di rumah. Lakukan hal yang benar, cuci tangan, dan lakukan semua hal yang dikatakan pemerintah. Mungkin Anda sudah mendengarnya setiap detik, tapi lakukanlah karena itu membantu semua orang,” kata Van Dijk.

Dalam situasi seperti ini Van Dijk mengatakan dirinya rindu untuk bermain sepak bola. Ia juga rindu untuk menghibur para penggemarnya sebagaimana dilakukan selama ini di lapangan sepak bola.

“Kedua, kami benar-benar merindukan kalian semua. Kami rindu bermain sepak bola, bekerja keras setiap hari dan menunjukkan kualitas kami kepada kalian,” sambungnya.

Ibra Sempurna untuk Pemain Muda Milan

Saat ini AC Milan dikabarkan akan melakukan perombakan tidak hanya pada level manajemen tetapi juga pemain. Dua nama yang disebut-sebut akan dilepas adalah Paolo Maldini dan Zlatan Ibrahimovic.

Saat ini Maldini menjabat sebagai direktur olahraga Milan. Sementara itu Ibrahimovic adalah pemain anyar yang belum lama berseragam Rossoneri. Meski begitu Ibrahimovic bukan orang baru di klub tersebut karena sebelumnya pemain asal Swedia itu pernah bermain untuk klub tersebut.

Di tengah rumor tersebut, muncul harapan agar Milan tak sampai melepas keduanya. Harapan itu datang dari mantan pemain Milan, Alexandre Pato. Pato menyarankan agar pihak Milan tak sampai membiarkan dua sosok itu pergi.

“Klub harus membiarkannya (Maldini) bekerja. Dia tahu apa artinya klub ini dan akan bisa membawa mereka kembali ke puncak,” beber Pato.

Sosok asal Brasil itu mengatakan Milan diminta untuk mempertahankan Ibrahimovic. Pasalnya dengan banyaknya pengalaman dan kemampuan olah bola yang masih mumpuni, Ibra diyakini mampu memberikan kontribusi bagi klub, terutama kepada para pemain muda.

“Dan Milan harus fokus ke Ibrahimovic. Dia terlalu berharga untuk pemain-pemain muda dan mematikan di depan gawang,” sambungnya.

Saat ini kontrak Ibrahimovic yang didatangkan pada awal tahun ini akan berakhir dalam waktu dekat. Mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) itu akan habis masa kontrak pada akhir musim ini.

Sementara itu terkait keberadaan Maldini sebagai salah satu sosok legendaris di klub tersebut sempat terancam menyusul keputusan CEO Ivan Gazidis yang mendatangkan Ralf Rangnick.

Sementara itu Pato sendiri masih membuka kemungkinan untuk kembali meramaikan sepak bola Eropa. Pemain asal Brasil itu berencana untuk kembali bermain di benua biru.

“Saya ingin kembali ke Eropa dan akan menyenangkan kalau melakukannya di Milan. Saya akan juara Copa Libertadores dan kemudian akan kembali,” beber Pato.

Sementara itu Ibrahimovic sendiri belum bersuara terkait masa depannya, tidak hanya di Milan tetapi juga di dunia sepak bola. Ia sempat gamang terkait masa depannya mengingat hal baru selalu terjadi setiap hari.

“Kita lihat saja nanti. Bahkan saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan, hal baru terjadi setiap hari,” beber Ibrahimovic.

Apalagi saat ini dunia sedang menghadapi wabah corona. Saat ini Ibrahimovic mengatakan fokusnya adalah pada keselamatan diri dan keluarga.

“Siapa yang akan memprediksi (situasi) virus corona? Yang kita lakukan cuma menjalani hidup dan menikmatinya, tidak terlalu khawatir. Saya punya keluarga yang menjaga saya tetap sibuk. Kalau mereka baik-baik saja, saya juga,” tegasnya.

Ingin Jadi Tim Kuat, Arsenal Harus Rogoh Kocek Untuk Pemain Ini

Saat ini masa depan Pierre-Emerick Aubayemang bersama Arsenal lagi tak menentu. Pemain tersebut belum memutuskan apakah masih akan tetap menjadi bagian dari klub asal kota London itu atau tidak. Beberapa klub pun dikaitkan dengan pemain berdarah Afrika tersebut. Selain Real Madrid, Barcelona juga disebut-sebut tertarik menggunakan jasa mantan pemain Borussia Dortmund itu.

Namun demikian muncul dukungan terhadap Aubameyang agar tetap bertahan di Arsenal. Keberadaan pemain tersebut diyakini akan menjadi bagian penting untuk menjadikan The Gunners sebagai klub yang kuat.

Salah satu desakan terhadap manajemen Arsenal datang dari mantan pemain, Bacary Sagna. Menurut pemain asal Prancis itu, Arsenal memang harus berani mempertahankan Aubayemyang bila ingin menjadi klub yang kuat. Untuk mempertahankan pemain tersebut, Meriam London diminta untuk tidak segan mengeluarkan anggaran agar pemain tersebut tetap bisa bertahan.

“Dia tak boleh hengkang sekarang karena Arsenal sedang berupaya membangun tim yang kuat. Mereka tak akan kuat kehilangan dia. Andai mereka mereka harus membayar dia, bayar saja karena kalau mereka ingin pemain dengan kualitasnya, mereka mesti mengeluarkan uang 150 juta pound sterling,” beber Sagna.

Lebih lanjut Sagna mengatakan klub tersebut bisa belajar banyak dari pengalaman sebelumnya. Cerita tentang Robin van Persie bisa menjadi contoh.

“Jadi, jangan belanjakan 150 juta pound sterling. Keluarkan saja 50 juta pound sterling dan berikan padanya. Ini sama seperti (Robin) van Persie dan saya pikir anda harus belajar dari situasi itu,” sambungnya.

Sagna tak segan mengatakan Aubameyang sebagai pemain yang pantas mendapat perhatian lebih dari klub. Ia pun sudah membuktikan kinerjanya sejak berseragam Arsenal dengan menjadi andalan di lini depan. Saat ini Aubameyang sudah menyumbang total 61 gol dan memberikan 13 assist dari 97 pertandingan bersama skuad Meriam London.

“Auba layak mendapatkan itu. Saya tak mengatakan itu karena nama besarnya atau karena dia sudah mencetak banyak gol. Dia striker terbaik di Liga,” bebernya.

Sementara itu ada keyakinan Aubameyang bakal tetap berseragam Arsenal. Pemain yang kontraknya akan berakhir pada 2021 itu diyakini akan tetap bertahan di Emirates Stadium. Keyakinan itu datang dari kiper Arsenal, Bern Leno.

“Aku tidak tahu, tergantung pada siapa yang akan pergi dan siapa yang bertahan. Aku tidak tahu. Kupikir tergantung pada Auba apakah dia akan teken kontrak baru atau [jika] dia pergi. Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan,” beber Leno.

Berikut Daftar Pesepakbola Italia yang Positif Covid-19

Wabah corona banyak makan korban. Tak peduli status dan profesi. Sejumlah pemain sepak bola dan mantan pesepakbola top dunia pun tak luput dari serangan virus bernama lain Covid-19 itu.

Paolo Maldini menjadi salah satu yang dinyatakan positif Covid-19. Mantan pemain timnas Italia dan AC Milan itu menyatakan sendiri hasil pemeriksaan. Tidak hanya Maldini, putranya, Daniel Maldini juga berstatus serupa.

“Lewat video ini, saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang menyampaikan cinta dan perhatiannya kepada kesehatan saya dan putra saya, baik lewat media sosial maupun pesan,” beber Maldini.

Lebih lanjut sosok yang menjadi direktur olahraga AC Milan itu mengatakan kondisi mereka baik-baik saja. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berjasa untuk memberikan perawatan kepada mereka.

“Kami baik-baik saja, kami seharusnya bisa bebas dari virus ini dalam sepekan. Terima kasih untuk perhatian kalian, yang sungguh tidak pernah kurang. Saya juga ingin berterima kasih kepada semua dokter, perawat, tenga medis, penjaga sipil, dan penegak hukum yang menghadapi situasi darurat ini dengan profesionalisme dan keberanian besar. Sekali lagi, kalian membuat kami merasa bangga sebagai orang Italia. Terima kasih sekali lagi,” sambungnya.

Terkait kondisinya saat ini, Maldini mengatakan dirinya cuku sehat. Saat ini ia masih berjuang untuk memulihkan batuk kering yang dialami.

“Aku cukup sehat. Yang terburuk sudah berakhir. Saya masih punya sedikit batuk kering. Saya kehilangan rasa dan bau, kami berharap bisa pulih. Itu seperti pengaruh yang agak jelek, tetapi ini bukan flu biasa,” lanjutnya.

Maldini mengatakan dirinya mampu mengetahui dan mengontrol kondisinya. Ia mengatakan sakit tersebut tidak mudah seperti dada yang terasa diremas.

“Dengar, aku tahu tubuhku. Seorang atlet mengenal dirinya sendiri. Rasa sakitnya sangat parah. Dan kemudian Anda merasa seperti diremas dadanya. Itu virus baru. Fisikawan [dokter] sedang bertarung melawan musuh yang tidak dikenalnya,” bebernya lagi.

Maldini juga tak tahu bagaimana bisa tertular. Namun, ia mengaku istri dan anaknya sulungnya, Christian, juga sempat mengalami flu berat.

Berikut daftar 15 pesepakbola Italia yang positif virus corona:

1. Daniele Rugani (Juventus)
2. Blaise Matuidi (Juventus)
3. Paulo Dybala (Juventus)
4. Omar Colley (Sampdoria)
5. Albin Ekdal (Sampdoria)
6. Manolo Gabbiadini (Sampdoria)
7. Antonino La Gumina (Sampdoria)
8. Morten Thorsby (Sampdoria)
9. Fabio Depaoli (Samdoria)
10. Bartosz Bereszynski (Sampdoria)
11. Patrick Cutrone (Fiorentina)
12. German Pezzella (Fiorentina)
13. Dusan Vlanovic (Fiorentina)
14. Mattia Zaccagni (Hellas Verona)
15. Marco Sportiello (Atalanta)